Terapi Artikulasi Dengan Metode Motokinestetik


Metode motokinestik merupakan terapi agar anak memproduksi kata atau kalimat dengan artikulasi yang tepat. Terapis wicara biasanya menggunakan bantuan berupa alat yang bernama tongue depressor


Tongue depressor yang digunakan untuk mendapatkan bunyi yang diinginkan terapis wicara

 

Dalam terapi wicara biasanya menggunakan metode motokinestetik agar anak bisa mengucapkan kata atau kalimat dengan artikulasi yang tepat. Metode ini biasa digunakan pada pasien disaudia.


Penyakit ini adalah gangguan bicara karena adanya masalah pendengaran sehingga penderita tidak mampu menerima dan mengolah intensitas, nada hingga kualitas bunyi bicara.

Metode ini melatih artikulasi dengan penerapan langsung secara eksternal pada bagian rahang, leher dan mulut oleh terapis wicara. Adapun asal usul metode ini hingga prosedurnya bisa Anda simak ulasannya dibawah ini.


Definisi Metode Motokinestetik


Motokinestetik di Kun Anta Center dengan media tongue depressor 


Terapi bicara ini menggunakan gabungan metode phonetic placement dan motokinestetik guna meningkatkan kestabilan saat berbicara. Metode Motokinestetik merupakan terapi yang dikembangkan oleh Young dan Hawk pada tahun 1938.


Tujuannya adalah mencegah pembelajaran artikulasi yang keliru dan memperbaiki artikulasi yang salah. Seseorang yang memiliki gangguan pendengaran ringan bisa menggunakan alat bantu dengar.

Namun pada gangguan serius tentu akan sulit memahami artikulasi jika tanpa melalui terapi ini. Dalam terapinya akan menggunakan alat tiup seperti lilin dan baby oil dipakai untuk dilakukan pemijatan di area mulut agar otot bibir mudah bergerak.

Terapis melakukan sentuhan, pijatan dan usapan pada bagian wajah dan tubuh pasien agar anak terpancing mengeluarkan suara. Ada pula kartu abjad fonem untuk membantu pembelajaran antara terapis dan pasien.

Dari metode ini anak akan menghasilkan bunyi sampai membentuk kata hingga anak mampu berbahasa. Aktifitas programnya meliputi latihan meniup, pengucapan fonem, pengucapan monosyllable hingga menggabungkan fonem dan vocal.


Prosedur Metode Motokinestetik


Contoh Tongue Depressor berbahan kayu buatan onemed


Anak yang mengalami keterlambatan berbicara, gangguan pendengaran dan tuna wicara sering mendapatkan prosedur Motokinestetik. Terapi bicara anak 2 tahun ini atau lebih dari usia tersebut akan melewati langkah-langkah berikut ini:

1. Terapis menempatkan anak dalam posisi terlentang untuk membuatnya nyaman dan rileks

2. Terapis mengajarkan bunyi awal menggunakan tongue depressor yang kemudian dimasukan ke dalam mulut anak

3. Jika pendekatan standar dinilai tidak efektif maka pemakaian tongue depressor tidak akan dilanjutkan

4.  Contoh metode motokinestik paling sederhana adalah terapis mengajarkan pasien non verbal mengucapkan dan memahami makna kata "TIDAK.....". ketika ia tidak mampu mengatakan kata "TIDAK....." maka ia akan diturunkan dari meja yang ia duduki

5. Dalam penerapan metode motokinestik memiliki target pembentukan fonem

/b/ ditambah fonasi /a/ contohnya saja /ba/, setelah itu anak perlu melakukan pengulangan bisyllable misalnya /baba/ kemudian pembentukan multisyllable /babi/.

Penerapan metode ini tidak menggunakan latihan auditory discrimination, bunyi yang dihasilkan tidak diproduksi secara satuan melainkan langsung suku kata, frase, kalimat hingga paragraf.

Selain membutuhkan terapis ahli, peran keluarga juga penting saat terapi ini. Keluarga bisa memberikan dukungan kepada anak agar termotivasi dan meminimalkan pemakaian bahasa isyarat.

Terapis juga perlu memahami kondisi pasien dan memberikan terapi sesuai permasalahan yang anak hadapi. Sifat terapi ini perlu sedikit pemaksaan terhadap pasien sehingga perlu kerjasama antara terapis dan keluarga.



Kesimpulan

 

Jika anak sedang terapi dengan metode phonetic placement maka biasanya juga akan mengikuti metode motokinestik. Metode ini melatih anak menghasilkan bunyi dengan artikulasi yang benar.

Dalam terapinya anak tidak hanya mengucapkan fonem yang benar namun frasa, kalimat bahkan paragraf. Dalam pengaplikasian terapi membutuhkan kerjasama orang tua.


Terapi juga menggunakan alat seperti tongue depressor yang terapis masukan kedalam mulut anak sambil ia berbicara. Tujuan terapi wicara ini akan mendorong anak mampu meminimalisir bahasa isyarat dan lebih banyak berbicara dengan artikulasi yang berbeda-beda.

 


#TerapiBicara, 
#TerlambatBicara
#TerapiWicara


Sumber :

http://modelpembelajaran8.blogspot.com/2016/09/model-pembelajaran-artikulasi_16.html?m=1


http://mario-setira.blogspot.com/2009/04/metode-artikulasi-motokinestetik.html?m=1


http://dwi-maryono.blogspot.com/2012/04/disaudia-adalan-gangguan-bicara-karena.html?m=1


https://twsurakarta.wordpress.com/

Comments

Popular posts from this blog

KMS ( Kartu Menuju Sehat ) Sebuah Langkah Awal Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Terapi Bahasa dengan Metode Drill