Mengenal Fisioterapi Anak dan Masalah Apa Yang Dapat Dibantu
Fisioterapi merupakan profesi bidang kesehatan...Orang yang menjalankan pelayanan fisioterapi disebut Fisioterapis atau fisio. Fisioterapis adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi, fisioterapi adalah merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi.
Adapun pengertian Fisioterapi Anak itu sendiri adalah salah satu tim kesehatan yang menangani adanya keterlambatan, gangguan dan kelainan pada alat dan fungsi gerak pada anak – anak dari lahir sampai dengan remaja dengan memaksimalkan potensi fisik anak yang bekerja sama dengan orang tua dan layanan keterapian lainnya.
Kasus Fisioterapi pada Anak Trauma bawaan kelahiran : Cerebral Palsy, Spina Bifida, Down syndrom, CTEV, Erb Palsy, dll.
Penyakit : meningitis, encephalopathy, Epilepsi/kejang, dll.
Trauma langsung : Cedera Otak traumatis, Cedera Tulang Belakang, Amputasi, Luka Bakar, dll.
Bila di lihat dari sudut pandang Fisioterapi mengenai perkembangan anak, kita dapat melihat lima aspek yang terdiri dari : motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Dari kelima aspek tersebut yang dapat di lihat secara holistik / menyeluruh, misalnya : Anak usia 12 bulan, mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan tangan (motorik kasar), mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk (motorik halus), ketika anak melihat mainan bola (pengamatan) anak sudah mampu mengucapkan atau lebih tahu artinya (bicara), ketika ibu meminta mainannya, anak sudah mampu memberikan mainan pada ibu atau bapak atau orang di sekitar nya (bersosialisasi).
Deteksi dan penangan yang dini akan membantu memberikan kualitas hidup dan tumbuh kembang yang lebih optimal pada anak di masa depannya.
Comments
Post a Comment