WASPADALAH!!! Jika Kesayangan Kita Mengalami Disabilitas Intelektual.....

Yukkkss para parents, kita tambah ilmu, kali ini akan membahas mengenai Disabilitas Intelektual...... 

Dalam Bahasa Indonesia, istilah Disabilitas Intelektual lebih dikenal dengan keterbelakangan mental, IQ rendah atau mental retarded atau Intelectual Dysability (ID) suatu masalah psikologi dimana yang bersangkutan memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Meski di bawah rata-rata, penderita masalah ini bukan berarti ia tidak mampu belajar. Mereka tetap bisa mempelajari sesuatu, namun prosesnya berjalan lebih lambat dari orang normal. 

Pengertian dan Klasifikasi Disabilitas Intelektual

Disabilitas Intelektual didefinisikan sebagai masalah psikologi yang ditandai oleh kurangnya keterampilan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Di sini Disabilitas Intelektual terbagi berdasarkan tingkat intelegensi. Untuk IQ antara 55-69 dikategorikan ringan, IQ 40-54 dikategorikan sedang, IQ 25-49 dikategorikan berat, dan IQ < 25 dikategorikan sangat berat.

Disabilitas Intelektual ringan berhasil terdeteksi saat si anak beberapa kali tinggal kelas. Kategori ini termasuk mampu dididik dan mampu mandiri selama mendapat dukungan dari keluarga. Pada disabilitas intelektual sedang, keterampilan motorik, keterampilan mengurus diri, penggunaan bahasa, dan pemahaman mengalami hambatan. Kemudian pada kategori berat, terjadi kerusakan motorik. Dan terakhir pada kategori sangat berat, sang anak sangat sulit untuk memahami instruksi dan memiliki mobilitas yang terbatas. 

Adapun disabilitas intelektual terbagi menjadi 2 tipe yaitu klinik dan sosio budaya. Disabilitas Intelektual klinik dapat dideteksi sejak dini dimana sang anak mengalami perkembangan yang sangat lambat bahkan harus dirawat terus-menerus. Sementara Disabilitas Intelektual sosio budaya dapat dideteksi saat sudah memasuki usia sekolah, dimana sang anak tidak mampu mengikuti pelajaran.

Renang merupakan kegiatan yang menyenangkan, selain sebagai aktifitas leisure bisa juga untuk menggali potensi dan bakat anak disabilitas intelektual.... 



Gejala dan Penyebab Disabilitas Intelektual

Banyak hal bisa disebutkan sebagai gejala Disabilitas Intelektual, yang mana gejala-gejala ini bisa diketahui sejak bayi. Namun terkadang ada juga gejala yang diketahui saat seseorang tersebut sudah menempuh pendidikan di sekolah. Beberapa gejala umum yang kerap terjadi antara lain sulit mengingat, lambat menguasai aktivitas yang sebenarnya mudah dilakukan seperti makan dan berpakaian, lambat atau bahkan sulit berbicara, sulit memecahkan masalah, sering mengamuk tanpa sebab, dan sering berguling ataupun berjalan sendiri saat orang lain justru tengah duduk. Umumnya mereka yang mengalami Disabilitas Intelektual kerap mengalami gangguan penglihatan, kejang-kejang, moody, dan keterampilan motoriknya berkurang. 


Berikut beberapa penyebab disabilitas intelektual yang paling umum. 

Faktor genetik
Faktor genetik merupakan penyebab paling umum. Sebuah keluarga yang memiliki riwayat keterbelakangan mental akan menurunkan resiko tersebut kepada keturunannya. Karena itu, keluarga dengan riwayat demikian harus didukung secara penuh.

Masalah saat hamil dan melahirkan
Wanita yang memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, bahkan menggunakan narkoba saat sedang hamil, besar kemungkinan akan melahirkan anak yang cacat intelektual. Selain masa kehamilan, proses melahirkan juga menjadi salah satu penyebab mental retardasi, contohnya kekurangan oksigen. Kelahiran prematur juga menyebabkan syaraf otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Cedera
Ada beberapa cedera yang menyebabkan disabilitas intelektual. Beberapa di antaranya adalah campak, batuk rejan, meningitis, cedera di kepala, terpapar zat timbal, infeksi otak, dan busung lapar. Namun ada saatnya, penyebab disabilitas intelektual tidak diketahui. Menurut sejumlah ahli, 2/3 anak dengan cacat intelektual tidak mengetahui penyebabnya. 

KUN ANTA CENTER hadir memberikan solusi pemenuhan hak atas stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak disabilitas intelektual.....





Etiologi Disabilitas Intelektual 

Etiologi dari disabilitas intelektual terbagi menjadi prenatal, perinatal, dan post natal. Para prenatal, disabilitas intelektual disebabkan oleh kelainan kromosom, mutasi monogenik, malformasi kongenital, dan infeksi maternal. Pada perinatal, disabilitas intelektual disebabkan oleh proses kelahiran dan infeksi seperti meningitis dan asfiksia. Sementara pada post natal, disabilitas intelektual disebabkan oleh infeksi, tumor otak, keracunan, dan masalah sosial seperti kemiskinan. 

Para orangtua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual seharusnya tidak putus asa bahkan saling menyalahkan. Karena sejatinya, anak-anak dengan cacat intelektual tetap bisa mempelajari hal baru sehingga orangtua harus hadir mendukung penuh selama proses pendewasaan berlangsung. 


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menghadapi anak yang mengalami disabilitas intelektual. 

Pertama, orangtua harus mempelajari segala hal yang berkaitan dengan cacat intelektual agar akhirnya orangtua memahami bagaimana cara mendidik buah hati mereka. 
Kedua, orangtua tidak boleh terlalu protektif. Biarkan anak-anak mencoba berbagai hal baru dengan caranya sendiri tanpa intervensi orangtua untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. 
Ketiga, ajak anak untuk mengikuti kegiatan berkelompok untuk memperkenalkannya bagaimana cara bersosialisasi dengan orang sekitar. Bisa dengan mengikuti kelas pramuka ataupun kelas seni. 
Terakhir, berkenalanlah dengan orangtua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual lain untuk saling berbagi informasi, tips, nasehat, dan dukungan emosional. 

Adapun untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami disabilitas intelektual atau tidak, bisa dengan melakukan tes urin, tes darah, CT Scan, dan pemeriksaan listrik otak. 



Info selanjutnya silahkan bawa dan konsultasikan kepada kami ke :

KUN ANTA CENTER
Dani 0852 121212 85

Comments

Popular posts from this blog

Terapi Artikulasi Dengan Metode Motokinestetik

KMS ( Kartu Menuju Sehat ) Sebuah Langkah Awal Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Terapi Bahasa dengan Metode Drill