Pak Mau Nanya.... Anak Saya Sering Kejang, Apakah Dia Epilepsi?

Mengenal Type dan Gejala Epilepsi/Kejang Pada Anak

Epilepsi/Kejang merupakan penyakit kronis dimana seseorang dapat merasa kejang secara tiba-tiba. Kejang-kejang ini ialah tanda bahwa aktivitas saraf otak tidak normal. Diperkirakan, ada sekitar 50 juta orang di dunia yang mengidap epilepsi, dimana kasus ini dominan terjadi di negara-negara berkembang. Selain itu, sekitar 30% pengidap epilepsi tidak mampu mengontrol kejang yang dialaminya meski telah dibantu oleh obat terbaik. Akan tetapi, tidak semua epilepsi berlangsung seumur hidup. Sebagian gejala hanya terjadi saat masa kanak-kanak.

Mengenal Epilepsi/Kejang Pada Anak
Sebagian kasus menunjukkan bahwa penyebab epilepsi adalah cedera otak yang hasilnya dapat dilihat dari pemindaian CT atau MRI. Namun ada juga Epilepsi Idiopatik yang tidak diketahui penyebabnya. Bahkan dokter tidak menemukan adanya masalah pada struktur otak maupun metabolisme tubuh. Kabar baiknya, Epilepsi Idiopatik yang terkait dengan kondisi genetik ini akan sembuh seiring bertambahnya usia. Di bawah ini akan diuraikan lebih jelas type epilepsi lainnya, gejala, penyebab, etiologi, dan permasalahannya.


1. Pengertian
Epilepsi/Kejang adalah penyakit kronis dengan ciri kejang kambuhan yang muncul tanpa pencetus. Memang kejang merupakan gejala utama epilepsi. Namun tidak semua yang mengalami kejang otomatis mengidap epilepsi. Umumnya seseorang tidak disebut epilepsi jika dalam 24 jam, ia tidak mengalami kejang 2 kali ataupun lebih. Karena ada sebagian pengidap epilepsi yang bisa mengalami kejang hingga puluhan kali dalam sehari. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor resiko dan berkonsultasi dengan dokter.


2. Penyebab
Banyak kasus Epilepsi/Kejang yang tidak diketahui penyebabnya. Namun umumnya epilepsi disebabkan oleh aktivitas abnormal pada otak yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain pengaruh genetik, cedera pada kepala akibat kecelakaan ataupun terjatuh, tumor otak, stroke, penyakit menular, cedera selama kehamilan, dan gangguan perkembangan seperti autisme.


3. Gejala
Dalam banyak kasus Epilepsi/Kejang, gejala berlangsung secara singkat. Beberapa gejala epilepsi antara lain tatapan kosong atau menatap 1 titik terlalu lama, kebingungan sementara, otot kaku, tangan & kaki menyentak tanpa terkendali,wajah, lengan, dan kaki gemetar, dan sering berakhir dengan jatuh tidak sadarkan diri. Beberapa orang hanya menatap kosong sesaat, padahal sebenarnya itu adalah kejang dan gejala ini merupakan gejala epilepsi parsial. Ada juga yang secara mendadak kehilangan kesadaran. Jika anak Anda mengalami tanda-tanda ini, segeralah berkonsultasi ke dokter.


4. Type
Berdasarkan jenis serangannya, Epilepsi/Kejang terbagi menjadi dua yaitu Epilepsi Umum dan Epilepsi Parsial. Pertama ialah Epilepsi Umum. Epilepsi ini terbagi menjadi Petit Mal yaitu kondisi kehilangan kesadaran beberapa detik, Grand Mal yaitu kejang disertai mulut berbusa, Tonik yaitu kaku seluruh tubuh, Mioklonik yaitu kontraksi beberapa otot, dan Atonik yaitu kondisi penderita tiba-tiba terjatuh. Kedua ialah Epilepsi Parsial, tipe epilepsi jinak yang kerap terjadi pada anak-anak. Tipe epilepsi ini terbagi menjadi epilepsi sederhana yang berupa kejang dan kesemutan dan Epilepsi Kompleks yang berupa halusinasi, melamun, mengulang ucapan, dan berlari-lari tanpa tujuan.


5. Etiologi
Etiologi epilepsi terbagi menjadi idiopatik, faktor herediter, dan disebabkan oleh penyakit. Untuk epilepsi idiopatik, penyebabnya tidak diketahui dan umumnya terkait dengan genetika. Untuk faktor herediter, ada sejumlah penyakit bersifat herediter disertai kejang seperti Hipoglikemia, Fenilketonuria, Hipoparatiroidisme, dan Sklerosis Tuberose. Selain itu, epilepsy juga bisa disebabkan oleh penyakit antara lain kelainan otak, gangguan metabolic, infeksi pada otak, trauma, kelainan pembuluh darah, penyakit kolagen, dan malformasi.


6. Permasalahan
Epilepsi pada anak bisa menyebabkan sejumlah permasalahan. Pertama, anak menjadi kesulitan membaca, menulis, dan menghitung. Kedua, anak menjadi sulit berkomunikasi. Ketiga, anak menjadi hiperaktif dan sulit berkonsentrasi. Keempat, anak membutuhkan waktu yang lama untuk memproses informasi dan menyelesaikan tugas dibandingkan teman-teman sebayanya. Terakhir, anak akan sulit mengingat topik yang baru dipelajarinya.

Sebagai tambahan, gangguan-gangguan Epilepsi/Kejang pada anak dapat berubah dari jam ke jam dan dari hari ke hari. Meski demikian, epilepsi pada anak tetap bisa diatasi. Ajak anak untuk membicarakan pengalaman dan kesulitan yang dialaminya di sekolah. Jangan lupa untuk membicarakan hal ini pada guru kelas dan teman-temannya agar tercipta suasana belajar yang kondusif dan yang mampu meningkatkan potensi belajarnya.

Bekasi, 17 Juli 2019

Kun Anta Center 
0895 2009 0000

Comments

Popular posts from this blog

Terapi Artikulasi Dengan Metode Motokinestetik

KMS ( Kartu Menuju Sehat ) Sebuah Langkah Awal Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Terapi Bahasa dengan Metode Drill