Kurangnya Atensi dan Konsentrasi Pada Anak


Sekilas informasi mengenai anak dengan ADD ( Attention Defisit Disorder)


Masih banyak orang yang belum paham tentang gangguan ADD (Attention Defisit Disorder) yang sering dialami oleh anak-anak usia dibawah 7 tahun. Sebagian dari masyarakat bahkan akan menyebutnya sebagai sebuah penyakit dan menyamakannya dengan autis. Padahal kedua hal tersebut sangat berbeda. Supaya lebih tahu silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Tentang ADD (Attention Defisit Disorder)

1. Penyebab

Sampai saat ini penyebab pasti terjadinya ADD (Attention Defisit Disorder) pada anak belum diketahui dan baru sebatas teori saja. Dari sisi medis, adanya kerusakan atau gangguan pada otak adalah penyebab utamanya. Misalnya saja trauma primer dan trauma yang terjadi berulang-ulang di tempat yang sama. Penyebab lainnya adalah terjadinya gangguan pada fungsi otak yang tidak disertai dengan perubahan struktur serta anatomi secara jelas. Hal ini mengakibatkan stimulus terhambat atau malah sebaliknya mengalami kelebihan. Kondisi ini menyebabkan hubungan anak dengan orang tua serta lingkungan sekitarnya menyimpang.
Sedangkan dari sisi sosial, keadaan keluarga dimana ada orang tua yang mempunyai gangguan yang sama maka cukup memungkinkan untuk diturunkan kepada sang anak. Disamping itu gaya hidup orang tua yang tidak sehat seperti penggunaan obat-obatan terlarang, minuman keras, atau ibu yang sering merokok saat hamil bisa menjadi penyebabnya. Kurangnya perhatian pada anak juga dapat mengakibatkan gangguan tersebut.

2. Gejala

Seorang Anak yang memiliki gejala ADD (Attention Defisit Disorder) akan selalu asyik dengan dunianya sendiri. Mereka bahkan mungkin tidak pernah memperhatikan apa yang dijelaskan oleh gurunya saat pelajaran di sekolah. Anak tersebut hanya bisa fokus selama beberapa saat pada hal-hal yang benar-benar memerlukan daya konsentrasi. Bahkan untuk belajar, mereka tidak pernah bisa serius. Mereka juga cenderung menghindari tugas yang memerlukan fokus lama seperti mengerjakan PR atau tugas di rumah. Hal tersebut juga berlaku saat menentukan sebuah pilihan dimana hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat sulit.
Gejala yang cukup sering terjadi adalah menjadi pelupa, misalnya saja lupa membawa kembali peralatan sekolah secara utuh atau lupa menaruh barang. Gejala yang sedikit lebih parah adalah anak menjadi seorang yang anti sosial. Mereka tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, selalu ingin sendiri, dan saat ditanya tidak menjawab. Hal ini dikarenakan interaksi dengan orang lain sebagai sesuatu yang mengganggu.

4. Tipe

Saat ini gangguan perilaku pada anak tersebut masuk dalam kategori ADHD innatentive. Artinya kategori untuk anak-anak yang dapat duduk dengan tenang serta  tidak menunjukkan adanya gejala hiperaktif fisik yang jelas.

5. Etiologi dan Permasalahan

Gangguan ADD (Attention Defisit Disorder) akan menyebabkan perilaku yang semestinya tidak dilakukan oleh sang anak. Anak dengan gangguan tersebut dapat memiliki keterampilan sosial yang minim, penolakan dan pengabaian dari lingkungan sekitarnya serta mengalami pengalaman berteman yang buruk hingga menyebabkan trauma mendalam. Apabila hal tersebut tidak segera diatasi, di kemudian hari sang anak akan terhambat tugas perkembangan sosialnya sehingga membuatnya menjadi pribadi yang anti sosial.
Jika dilihat dari segi perilakunya, maka sang anak mempunyai gangguan perilaku maladaptive. Artinya gejala-gejala yang muncul seperti sulitnya berkonsentrasi dan seringnya kehilangan perhatian akan menyebabkan terhambatnya penyesuaian diri anak terhadap kondisi lingkungan. Anak kesulitan untuk memilah stimulus mana yang harus direspon atau diabaikan.
Gangguan ADD (Attention Defisit Disorder)  pada anak juga berpengaruh pada kondisi akademisnya. Hal ini dikarenakan anak sering mengalami kesulitan konsentrasi saat mendengarkan penjelasan guru. Akhirnya perhatiannya justru malah teralih pada hal-hal yang ada diluar lingkungan kelasnya seperti kendaraan yang lewat atau gambar-gambar di dinding. Permasalahannya semakin rumit ketika mereka menghadapi pelajaran matematika dimana tanda operasi hitungan sulit dibaca. Selain itu sang anak juga kesulitan dalam memahami soal cerita.
Itu tadi penjelasan tentang gangguan ADD (Attention Defisit Disorder) yang sering dialami oleh anak-anak berusia dibawah 7 tahun. Bisa dilihat bahwa hal itu bukanlah suatu penyakit. Gangguan tersebut hanyalah sebuah penyimpangan perilaku anak dalam menghadapi kondisi lingkungan sekitarnya. Dengan penanganan tepat kondisi tersebut dapat dipulihkan secara berkala agar tidak berlanjut.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan bawa dan konsultasikan buah hati anda di Unit Intervensi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Kun Anta Center


jl. Thomson Blok B5 no.19 INKOPAD Aren Jaya Bekasi Timur Kota Bekasi
Telp/SMS/WA 0852 121212 85

Nb.  Materi ini dibuat sebagai bahan ajar Pendidikan & Latihan Kompetensi Terapis Okupasi Level 0 - 1a Hermina Hospital Group


Comments

Popular posts from this blog

Terapi Artikulasi Dengan Metode Motokinestetik

KMS ( Kartu Menuju Sehat ) Sebuah Langkah Awal Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Terapi Bahasa dengan Metode Drill