Tantrum dan sedikit panduan untuk mengatasinya bila terjadi pada si kecil
Tantrum
Memiliki buah hati memang membahagiakan namun sekaligus harus membuat ayah dan bunda siap siaga untuk mengatasi berbagai masalah. Salah satunya yang kerap membuat orang tua kebingungan dan terkuras emosinya adalah tantrum pada si kecil yang ditunjukkan dengan rewel serta ngambek apalagi saat berada di keramaian atau pada acara-acara keluarga.
Definisi tantrum
Tantrum secara psikologis sering pula disebut dengan temper tantrum atau sikap marah yang diekspresikan oleh anak-anak pada usia 2-3 tahun (pra sekolah). Umumnya mereka akan mengamuk, menendang, berteriak, berguling-guling di lantai, hingga menahan napas. Penyebabnya adalah rasa frustrasi karena tak memperoleh apa yang diinginkan karena belum dapat menggunakan kata-kata yang tepat untuk berkomunikasi.
Yang harus dilakukan orang tua saat anak tantrum
Yang harus diingat oleh orang tua saat anak tantrum adalah tetap tenang. Hal ini memang tak mudah karena umumnya orang tua akan panic saat si kecil tantrum apalagi di tempat umum. Berikutnya, lakukanlah langkah-langkah berikut ini :
1. Berilah si kecil ruangan untuk meluapkan emosinya, namun jangan pergi terlalu jauh agar Anda masih tetap dapat mengawasinya.
2. Walaupun merasa malu atau rikuh bila tantrum terjadi di hadapan banyak orang, tetapi hindarilah untuk mengekang buah hati, apalagi memukul atau mencubit. Menunjukkan empati akan membuat si kecil merasa tenang. Peluklah buah hati Anda sambil berbicara dengan lembut untuk menciptakan suasana positif serta menunjukkan kepedulian Anda.
3. Saat tantrum beberapa anak bisa bertingkah memukul-mukul atau bergulingan di lantai. Untuk itu Anda harus memastikan si kecil tetap aman dengan menjauhkannya dari benda-benda yang tajam dan berpotensi melukainya.
4. Cobalah semaksimal mungkin untuk memahami buah hati. Misalnya saat bepergian kenalilah kebutuhan serta keinginannya. Tantrum bisa dipicu oleh kelelahan atau kelaparan. Untuk menghindarinya Anda bisa mempersiapkan perjalanan dengan baik agar si kecil tenang dan Anda pun dapat menikmati acara berwisata.
5. Agar tantrum tak semakin parah, hindari memarahi balita Anda. Untuk mendapatkan ketenangan Anda bisa menjauh sebentar lalu tarik napas dalam-dalam sebelum kembali menangani si kecil.
Selain tantrum sungguhan anak-anak juga bisa melakukan tantrum manipulatif dengan menjerit atau mengamuk hanya agar kemauannya terpenuhi. Ini bukanlah fase perkembangan psikologi yang normal sehingga perilaku demikian harus segera dikoreksi. Bila Anda curiga si kecil tantrum agar keinginannya dituruti, cobalah mengerti keinginannya. Bila memang wajar tak masalah bila Anda menurutinya. Tetapi beri jarak antara saat balita Anda meminta dan saat Anda memenuhinya demi melatih kesabaran buah hati.
Bila si kecil mulai berlaku destruktif, misalnya dengan merusak barang-barang atau menendang dan memukul orang-orang di sekitarnya berarti sudah waktunya Anda mengajarkan disiplin. Berikan time out dengan memasukkannya ke dalam kamar. Tanpa emosi katakan pada si kecil bahwa ia baru bisa keluar dari kamar bila sudah tenang dan ia juga tak boleh merusak barang-barang. Bila ini tak berhasil, peluk si kecil dan jelaskan bahwa tingkah lakunya itu tidak baik dan Anda menyayanginya.
Namun bila memberikan time out tidak memungkinkan karena Anda berada di keramaian, bawa anak menjauh dan diamkan hingga ia tenang. Katakan dengan jelas bahwa Anda akan membawanya pulang bila ia tak berhenti merengek. Untuk mengatasi tantrum yang demikian Anda harus bekerja sama dengan seluruh anggota keluarga lain agar ia tak meminta bantuan, misalnya kepada kakek, nenek, om, atau tante bila Anda mendisiplinkannya. Selamat mencoba!
Untuk informasi lebih lanjut silahkan bawa dan konsultasikan buah hati anda di Klinik Tumbuh Kembang & Pusat Terapi Anak
Kun Anta Center
jl. Thomson Blok B5 no.19 INKOPAD Aren Jaya Bekasi Timur Kota Bekasi
Telp/SMS/WA 0852 11011 900
Comments
Post a Comment